Oleh: subagjo | April 16, 2009

Mengelakkan Ketagihan Internet

Sudah merupakan kebutuhan terutama sekali bagi mereka yang sudah dapat memanfaatkannya. Internet adalah fasilitas plus teknologi dengan sifat seperti pedang bermata dua. Sisi yang satu adalah adanya manfaat yang diperoleh bagi pengguna(user). Di sisi lain disana ada ekspose, file, rekaman pornografi, spam, dan tindak kriminal atau yang mengundang kriminal lainnya. Tentu saja hal-demikian itu menjadi sesuatu yang kontra produktif bagi dunia pendidikan kita. Oleh karena itu diperlukan sikap kedewasaan dan trik-trik untuk mencegah hal-hal yang negatif dimaksud.

Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah hadirnya teknologi internet membuat juga orang menjadi ketagihan untuk berinternet (internet addiction disorder). Apakah hal ini merupakan jenis penyakit baru? Apakah yang menjadi sebab ketagihan, dan bagaimana sebaiknya bersikap? Memang menarik untuk didiskusikan. Kajian yang pernah diselenggarakan oleh NetAddiction.com, menunjukkan adanya lima kategori ketagihan internet yang dapat diungkap : pertama, ketagihan Seks Cyber, dimana korban cenderung untuk selalu mengunjungi situs-situs porno, chatting room yang berhubungan dengan seks. Kedua, ketagihan Social Cyber. Munculnya kondisi dimana semakin lama makin senang bergaul di dunia siber, seperti berkomunikasi via email, chatting, diskusi, dan sebagainya yang berlebihan. Ketiga, ketagihan mencari informasi dan pengumuman dari internet. Internet menjadi sumber untuk mencari informasi dan pengumuman-pengumuman dari pelbagai sumber. Keempat, ketagihan akan komputer itu sendiri. Saban hari ingin saja menyentuh komputer, semakin akrab dengan segala hal yang berhubungan dengan komputer. Lima, ketagihan computer game  atau permainan komputer. Semakin lama menjadi semakin kecanduan dengan game online. Hingga susah sekali untuk berhenti.

Fenomena seperti itu semua menunjuk kepada pentingnya guru-pendidik dan orang tua untuk perlu selalu mendeteksi dan membimbing agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam efek negative komputer dan internet. Untuk mencegah, menghindari dan atau memberi asistensi munculnya gejala seperti itu yang berlebihan, yang perlu dilakukan ialah: pertama, tetap menjaga objektifasi ketika berselancar ke dunia maya. Tugas terstruktur, bimbingan dan pendampingan akan diharap dapat menjaga obyektifasi ketika mereka berselancar di dunia maya itu. Kedua, tetapkan terlebih dahulu situs-situs yang mau dikunjungi sebelum online sehingga tidak browsing tanpa control atau pedoman. Ketiga, tentukan batas waktu online. Maksimal dua sampai empat jam di depan layar monitor sudah cukup, lebih dari itu berlebihan yang dapat merusak indra penglihatan dan juga memupuk  sikap yang lain seperti menurunnya perhatian, kepedulian, emosi dan bahkan sosial. Empat, seimbangkan antara kehidupan maya dan kehidupan nyata. Duduk yang terlalu lama didepan layar monitor perlu diimbangi dengan kegiatan fisik seperti senam ataupun  olahraga atau rekreasi alam di terbuka. Kelima, Jadikan internet sebagai sumber pengetahuan. Sikap seperti itu perlu ditanamkan kepada anak didik semenjak awal mereka mengenal koputer.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://id.shvoong.com

Baca juga artikel terkait lainnya :

  1. Pendidikan dan tantangan global
  2. Pengaruh buruk televisi
  3. Gunakan net untuk belajar
  4. Mengonlinekan info pendidikan
  5. Mempertanyakan anggaran pendidikan

Responses

  1. kok ada ciri-ciri saya disitu ?(kecuali ketagihan sex cyber tentunya). harus lebih waspada nih..

    • masih positive… khan …
      ga … apa-apa!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: