<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blognya Subagjo</title>
	<atom:link href="http://subagjo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://subagjo.wordpress.com</link>
	<description>Blog untuk belajar dan untuk semua</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 14:53:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='subagjo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9a8d0d19ecd0708914d08fc62d78a314?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blognya Subagjo</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://subagjo.wordpress.com/osd.xml" title="Blognya Subagjo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://subagjo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kenaikan Pangkat Guru Diatur Kembali</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2010/03/24/kenaikan-pangkat-guru-diatur-kembali/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2010/03/24/kenaikan-pangkat-guru-diatur-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 04:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Dengan diberlakukannya edaran Permen PAN 16 Tahun 2009, maka kenaikan pangkat guru mulai III/b sudah harus ada nilai angka kredit lewat Pengembangan diri dan Profesi. Diharapkan rekan-rekan guru, khususnya yang masih muda mulai membiasakan dan membudayakan meneliti dan menulis. Guru sebagai fasilitator belajar siswa, dewasa ini harus  mulai menjadi bagian dari komunitas belajar. Dalam komunitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=457&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan diberlakukannya edaran Permen PAN 16 Tahun 2009, maka kenaikan pangkat guru mulai III/b sudah harus ada nilai angka kredit lewat Pengembangan diri dan Profesi. Diharapkan rekan-rekan guru, khususnya yang masih muda mulai membiasakan dan membudayakan meneliti dan menulis. <span id="more-457"></span>Guru sebagai fasilitator belajar siswa, dewasa ini harus  mulai menjadi bagian dari komunitas belajar. Dalam komunitas belajar ini tentu saja diharapkan terjadi saling “<em>take and give</em>” keprofesionalan guru. Dengan kata lain seorang guru sudah tidak lagi “ cukup belajar sendiri”, karena hal itu sudah tidak efektif lagi dengan pesatnya perkembangan iptek. Barangkali sikap ini yang masih harus dipelajari dan dibangun bersama-sama. Perkembangan kultur budaya dalam kondisi &#8220;borderless&#8221;  dan dengan warna iptek yang kuat, mengharuskan guru menjadi motivator dan mediator siswanya untuk  menjadi komunitas pembelajar dunia “ the world learners”. Fenomena ini sudah dimulai siswa dari beberapa negara belajar bersama, berkolaborasi dengan pelajar dari negeri lain. Kelak kesejahteraan umat akan dibangun oleh para cendekia yang merupakan team work yang sudah tidak lagi terhalang oleh batas wilayah, ras etnik maupun budaya. Ingat pesawat Concord supersonik tidak dibuat dalam satu pabrik, bahkan negara.</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p>Silahkan juga baca lebih lanjut <a title="Pengaturan Kembali Kenaikan Jabatan Guru" href="http://mediabelajarkita"><strong>di sini</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=457&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2010/03/24/kenaikan-pangkat-guru-diatur-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Mencari Info di Internet</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2010/01/20/trik-mencari-info-di-internet/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2010/01/20/trik-mencari-info-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kelebihan internet, adalah merupakan sumber belajar. Namun demikian bagi yang belum sering surfing di Internet akan terasa, ternyata tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas. Akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=452&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kelebihan internet, adalah merupakan sumber belajar. Namun demikian bagi yang belum sering surfing di Internet akan terasa, ternyata tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas. <span id="more-452"></span>Akhirnya tersesat entah berada di mana, bahkan yang dicari malah tidak keteemu. Memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh informasi yang betul-betul bermanfaat. Biasanya hanya sekedar memperoleh berita-berita/informasi pengganti koran saja.</p>
<p>Dengan waktu yang kadang-kadang sempit tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan penjelajahan di Internet secar efisien. Oleh karenanya diperlukan cara yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat. Satu hal yang perlu diingat bahwa pada saat kita surfing di dunia maya itu adalah menentukan dengan sangat jelas tujuan apa yang akan kita cari?</p>
<p>Inilah beberapa tip &amp; trik bagaimana mencari informasi di Internet. Agar kita dapat menghemat pulsa paling baik adalah surfing pada pagi hari. Jika mungkin sekitar pukul 4-8 pagi. Karena saat itu belum banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi ( download) dari Internet dapat dilakukan lebih cepat. Ibarat kran air masih sedikit penggunanya.</p>
<p>Teknik-teknik untuk melakukan browsing yang kita gunakan seperti menggunakan Internet Explorer, ada baiknya di kuasai lebih dahulu agar supaya tidak menghabiskan waktu maupun pulsa. Pembacaan informasi dilakukan sepintas saja, segera saja informasi tersebut didownload dulu semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan. Membaca-nya dilakukan kemudian ketika PC sudah off-line pada saat telepon kita putuskan. Sehingga tidak boros pulsa. Sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan. Untuk mencapai situs / informasi yang tepat trik yang harus digunakan sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling tepat adalah:</p>
<p>• Penggunaan search engine di Internet.</p>
<p>• Penggunaan keyword yang benar.</p>
<p>Jika kedua hal tersebut dilakukan dengan baik, maka akan diperoleh informasi yang diperlukan. Ada beberapa search engine atau mesin pencari di Internet. Search engine hanyalah memuat daftar alamat situs berbentuk URL (Universal Resource Locator) dan subjek yang di bawa situs tersebut saja. Ingat, Search engine belum membawa informasi itu sendiri. Beberapa search engine yang terkenal diantaranya:</p>
<p><a href="http://google.com">http://google.com</a></p>
<p><a href="http://www.yahoo.com">http://www.yahoo.com</a></p>
<p>Selanjutnya adalah penggunaan keyword yang tepat. Keyword adalah kata phrase yang di ketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine. Berikut informasi tentang keyword :</p>
<p>• FAQ</p>
<p>• Whitepaper</p>
<p>FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam sebuah bidang. Saya biasanya menggunakan FAQ sebagai awal dalam mencari berbagai informasi / pengetahuan yang saya butuhkan. Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang di sebarkan secara gratis / cuma-cuma di Internet. Kita cukup menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu / informasi yang spesifik yang kita cari, contoh :</p>
<p>• Faq gardening</p>
<p>• Whitepaper telecommunication</p>
<p>• Faq distance learning</p>
<p>Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris &#8211; konsekuensi-nya keyword yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal. Selamat mencoba.</p>
<p>___________</p>
<p><em>Sumber:  Onno W Purbo, Trik sederhana mencari ilmu di Internet</em></p>
<p><em>Baca juga :<br />
</em><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2009/05/himpunan-regulasi-pendidikan.html"><em>Himpunan Regulasi Pendidikan</em></a><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2009/02/mengonlinekan-info-pendidikan.html"><em>Mengonlinekan Info Pendidikan</em></a><br />
<a href="http://subagjo.wordpress.com/2008/10/09/ptk/#more-276"><em>Mengenal PTK</em></a><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2008/10/design-multimedia-pembelajaran.html"><em>Desain Multi Media Pembelajaran</em></a><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2009/06/sudahkah-anda-memiliki-nuptk.html"><em>Sudahkah Anda Mempunyai NUPTK</em></a><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2009/01/mengenali-kecerdasan-anak.html"><em>Mengenali Kecerdasan Anak</em></a><br />
<a href="http://subagjo.wordpress.com/2009/02/27/pengaruh-buruk-televisi/#more-426"><em>Pengaruh buruk televisi</em></a><br />
<a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2008/11/ti-di-sekolah.html"><em>TI di Sekolah</em></a><a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/2008/11/membedah-pendidikan-kita.html"><em>Membedah Pendidikan Kita</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=452&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2010/01/20/trik-mencari-info-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dengan Wikipedia</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/05/05/belajar-dengan-wikipedia/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/05/05/belajar-dengan-wikipedia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 00:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Wikipedia merupakan ensiklopedi yang dilaunching mulai pada tahun 2001 (versi bahasa Indonesia dimulai pada tahun2003). Artikel-artikel di Wikipedia merupakan hasil kolaborasi oleh para penyumbangsih dari seluruh dunia.  Situs ini merupakan situs wiki, yang berarti siapapun dapat menyunting artikel, memperbaiki dan menambahkan informasi, hanya dengan mengklik pranala sunting yang berada di atas setiap halaman. Wikipedia merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=443&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Wikipedia</em></strong> merupakan ensiklopedi yang dilaunching mulai pada tahun 2001 (versi bahasa Indonesia dimulai pada tahun2003). Artikel-artikel di Wikipedia merupakan hasil kolaborasi oleh para penyumbangsih dari seluruh dunia.  <span id="more-443"></span>Situs ini merupakan situs wiki, yang berarti <em>siapapun</em> dapat menyunting artikel, memperbaiki dan menambahkan informasi, hanya dengan mengklik pranala <em>sunting</em> yang berada di atas setiap halaman.</p>
<p>Wikipedia merupakan produk dari <a title="Wikimedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikimedia">Wikimedia Foundation, Inc.</a> yang juga telah membuat keseluruhan keluarga situs Wikipedia, antara lain <a title="Wikiquote" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikiquote">Wikiquote</a>, <a title="Wiktionary" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiktionary">Wiktionary</a>, <a title="Wikisource" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikisource">Wikisource</a>, <a title="Wikibooks" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikibooks">Wikibooks</a> dan <a title="Wikinews" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikinews">Wikinews</a>. Di Wikipedia dan proyeknya yang lain, tentu saja Anda diharapkan juga menyunting, dan turut menyumbangkan pengetahuan di bidang yang Anda minati.</p>
<p>Wikipedia digagas mulai pada15 Januari 2001 oleh Jimmy Wales, Larry Sanger, dan beberapa kolaborator antusias bahasa Inggris. Kini ada 13.000 kontributor aktif yang mengerjakan 7.000.000 artikel dalam lebih dari 250 bahasa. Saat ini terdapat 101.416 artikel dalam Bahasa Indonesia; setiap harinya ratusan ribu pengunjung dari seluruh dunia membuat puluhan ribu suntingan dan membuat ribuan artikel baru di Wikipedia berbahasa Inggris.</p>
<p><strong>Wikimedia Foundation dengan Wikipedianya </strong>disediakan gratis oleh sebuah organisasi nirlaba,Wiki juga mengendalikan beberapa proyek multibahasa. Semua teks dalam Wikipedia, serta kebanyakan gambar serta isi lainnya, dilindung oleh GFDL. Kontribusi tetap merupakan hak dari pembuatnya, sementara izin GFDL memastikan isinya akan tetap dapat didistribusikan secara gratis dan memungkinkan untuk direproduksi (lihat <a title="Wikipedia:Hak cipta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Hak_cipta">deklarasi hak cipta</a> dan <a title="Wikipedia:Penyangkalan umum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Penyangkalan_umum">penyangkalan isi</a> untuk informasi lebih lanjut).</p>
<p>Dengan klik <a href="http://www.wikipedia.com/">www.wikipedia.com</a> kita berhadapan dengan sebuah sumber belajar besar yang patut diketahui juga oleh anak-anak kita. Oleh karena itu manfaatkan sebaik-baiknya ensiklopedi Wikipedia ini untuk belajar. Semoga bermanfaat.</p>
<p> </p>
<p><strong><em>Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=443&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/05/05/belajar-dengan-wikipedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengelakkan Ketagihan Internet</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/16/mengelakkan-ketagihan-internet-internet/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/16/mengelakkan-ketagihan-internet-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 04:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Sudah merupakan kebutuhan terutama sekali bagi mereka yang sudah dapat memanfaatkannya. Internet adalah fasilitas plus teknologi dengan sifat seperti pedang bermata dua. Sisi yang satu adalah adanya manfaat yang diperoleh bagi pengguna(user). Di sisi lain disana ada ekspose, file, rekaman pornografi, spam, dan tindak kriminal atau yang mengundang kriminal lainnya. Tentu saja hal-demikian itu menjadi sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=439&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah merupakan kebutuhan terutama sekali bagi mereka yang sudah dapat memanfaatkannya. Internet adalah fasilitas plus teknologi dengan sifat seperti pedang bermata dua. Sisi yang satu adalah adanya manfaat yang diperoleh bagi pengguna(user). Di sisi lain disana ada ekspose, file, rekaman pornografi, spam, dan tindak kriminal atau yang mengundang kriminal lainnya.<span id="more-439"></span> Tentu saja hal-demikian itu menjadi sesuatu yang kontra produktif bagi dunia pendidikan kita. Oleh karena itu diperlukan sikap kedewasaan dan trik-trik untuk mencegah hal-hal yang negatif dimaksud.</p>
<p>Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah hadirnya teknologi internet membuat juga orang menjadi ketagihan untuk berinternet (internet addiction disorder). Apakah hal ini merupakan jenis penyakit baru? Apakah yang menjadi sebab ketagihan, dan bagaimana sebaiknya bersikap? Memang menarik untuk didiskusikan. Kajian yang pernah diselenggarakan oleh NetAddiction.com, menunjukkan adanya lima kategori ketagihan internet yang dapat diungkap : pertama, ketagihan <em>Seks Cyber</em>, dimana korban cenderung untuk selalu mengunjungi situs-situs porno, chatting room yang berhubungan dengan seks. Kedua, ketagihan <em>Social Cyber</em>. Munculnya kondisi dimana semakin lama makin senang bergaul di dunia siber, seperti berkomunikasi via email, chatting, diskusi, dan sebagainya yang berlebihan. Ketiga, ketagihan mencari informasi dan pengumuman dari internet. Internet menjadi sumber untuk mencari informasi dan pengumuman-pengumuman dari pelbagai sumber. Keempat, ketagihan akan komputer itu sendiri. Saban hari ingin saja menyentuh komputer, semakin akrab dengan segala hal yang berhubungan dengan komputer. Lima, ketagihan <em>computer game</em>  atau permainan komputer. Semakin lama menjadi semakin kecanduan dengan game online. Hingga susah sekali untuk berhenti.</p>
<p>Fenomena seperti itu semua menunjuk kepada pentingnya guru-pendidik dan orang tua untuk perlu selalu mendeteksi dan membimbing agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam efek negative komputer dan internet. Untuk mencegah, menghindari dan atau memberi asistensi munculnya gejala seperti itu yang berlebihan, yang perlu dilakukan ialah: pertama, tetap menjaga objektifasi ketika berselancar ke dunia maya. Tugas terstruktur, bimbingan dan pendampingan akan diharap dapat menjaga obyektifasi ketika mereka berselancar di dunia maya itu. Kedua, tetapkan terlebih dahulu situs-situs yang mau dikunjungi sebelum online sehingga tidak browsing tanpa control atau pedoman. Ketiga, tentukan batas waktu online. Maksimal dua sampai empat jam di depan layar monitor sudah cukup, lebih dari itu berlebihan yang dapat merusak indra penglihatan dan juga memupuk  sikap yang lain seperti menurunnya perhatian, kepedulian, emosi dan bahkan sosial. Empat, seimbangkan antara kehidupan maya dan kehidupan nyata. Duduk yang terlalu lama didepan layar monitor perlu diimbangi dengan kegiatan fisik seperti senam ataupun  olahraga atau rekreasi alam di terbuka. Kelima, Jadikan internet sebagai sumber pengetahuan. Sikap seperti itu perlu ditanamkan kepada anak didik semenjak awal mereka mengenal koputer.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber : <a href="http://id.shvoong.com">http://id.shvoong.com</a></p>
<p>Baca juga artikel terkait lainnya :</p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://subagjopwt.blogspot.com/">Pendidikan dan tantangan global</a></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://www.subagjo.wordpress.com/">Pengaruh buruk televisi</a></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://www.subagjo.wordpress.com/">Gunakan net untuk belajar</a></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://mediabelajarkita.blogspot.com/">Mengonlinekan info pendidikan</a></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://pakbagjopwt.blogspot.com/">Mempertanyakan anggaran pendidikan</a></span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=439&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/16/mengelakkan-ketagihan-internet-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAKNA NOTEBOOK BAGI PROFESI ANDA</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/09/makna-notebook-bagi-profesi-anda/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/09/makna-notebook-bagi-profesi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 13:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Kini ketika konsep virtual office makin berkembang, kehadiran notebook (atau laptop) dalam kehidupan profesional sebagian besar orang mungkin telah merupakan alat yang mutlak dibutuhkan. Ditopang dengan kehadiran mobil internet connection yang kian wah, notebook tampaknya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dinamika kehidupan yang-serba-digital. Bagi saya sendiri, yang bekerja sebagai seorang trainer, blogger, notebook [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=436&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini ketika konsep virtual office makin berkembang, kehadiran notebook (atau laptop) dalam kehidupan profesional sebagian besar orang mungkin telah merupakan alat yang mutlak dibutuhkan. <span id="more-436"></span>Ditopang dengan kehadiran mobil internet connection yang kian wah, notebook tampaknya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dinamika kehidupan yang-serba-digital.<br />
Bagi saya sendiri, yang bekerja sebagai seorang trainer, blogger, notebook rasanya telah menjelma menjadi part of my inner life. Saya tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika suatu saat notebook dilenyapkan dari sejarah kehidupan saya. Mungkin saya bisa termehek-mehek dibuatnya, dan terkapar dalam ketidakberdayaan yang bersifat kronis.<br />
Notebook baru keluaran Hewlett Packard, produsen piranti komputer nomer satu di dunia, pertama kali melihat sosoknya, saya sudah langsung jatuh hati dengan modelnya. Elegan dan mengesankan sebagai piranti yang tangguh nan bandel, tampilan notebook ini terkesan unik dan beda kelas dengan kebanyakan notebook yang beredar di pasaran. Dibekali dengan bahan magnesium alloy chasis, notebook ini memang didesain khusus untuk para mobile professional yang aktif dan menghendaki piranti yang “tahan banting”.<br />
Dengan layar ukuran 14.1 inci dan teknologi display berupa Illumi-Lite TFT, screen yang terpasang di notebook ini terasa amat kinclong dan mampu memantulkan gambar yang begitu tajam. Ketika saya mencoba mengoperasikan DVD, maka yang tampak di layar adalah sebuah gambar yang cemerlang, tajam dengan paduan sound yang terdengar begitu jernih. Saya jadi berpikir untuk segera menyaksikan DVD film Slumdog Millionaire (film unggulan piala Oscar 2009, kelak kalau dvd-nya sudah dirilis) atau DVD konser musik Casiopea melalui piranti notebook HP ini. Pengalaman multimedia yang mengesankan rasanya bisa dengan mudah direngkuh melalui notebook HP ini.<br />
Dirilis dengan nama Elitebook 6930p, notebook ini dibekali dengan Intel® Core™2 Duo Processor P8400 dan 1 GB DDR2 SDRAM PC-6400, serta Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 384MB . Dengan spesifikasi semacam itu, notebook HP ini tak pelak mampu mengoperasikan beragam aplikasi secara powerfull dan dengan speed yang mengagumkan. Saya membayangkan, desai-desain yang barangkali akan tampak makin beautiful jika ditampilkan di layar notebook ini.<br />
Papan keyboard dan mouse dari notebook ini juga terasa sangat user-friendly. Mudah digunakan dan terasa enak di jari-jari tangan. Selain itu, piranti ini juga dilengkapi dengan 3D Acceleromometer – sebuah teknologi pengaman hard drive jika sewaktu-waktu notebook terkena benturan keras. Dengan itu, maka data yang tersimpan bisa tetap aman dan tidak mengalami kerusakan. Dibandrol dengan harga sekitar US$ 1300-an, notebook ini hadir dengan dilengkapi Windows Vista Business.<br />
Melihat segenap fitur dan teknologi yang menaunginya, rasanya notebook ini akan mampu menjadikan dirinya sebagai best business partner dalam kehidupan profesional kita. Dan dengan tampilan yang elegan, piranti ini nisacaya akan mampu mengisi hari-hari produktif Anda secara mengesankan.<br />
<em>Disclosure : tulisan diatas merupakan advertorial untuk Hewlett Packard – sebuah produsen notebook terkemuka yang berkantor pusat di Silicon Valley, California, USA</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=436&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/04/09/makna-notebook-bagi-profesi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGARUH BURUK TELEVISI</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/27/pengaruh-buruk-televisi/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/27/pengaruh-buruk-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 11:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Televisi kini telah hadir sebagai sahabat yang mengunjungi anak-anak. Bahkan di lingkungan keluarga yang para orangtuanya sibuk bekerja diluar rumah, televisi berfungsi ganda yaitu sebagai pengganti orangtua dalam mendampingi keseharian anak-anak&#8230; Ironisnya ditengah-tengah peran vitalnya selaku media hiburan kelarga dunia pertelevisian kini tengah mengalami disorientasi dalam ikut mendidik para penontonnya. Ditengah fungsi televise sebagai media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=426&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Televisi kini telah hadir sebagai sahabat yang mengunjungi anak-anak. Bahkan di lingkungan keluarga yang para orangtuanya sibuk bekerja diluar rumah, televisi berfungsi ganda yaitu  sebagai pengganti orangtua dalam mendampingi keseharian anak-anak&#8230;<span id="more-426"></span> Ironisnya ditengah-tengah peran vitalnya selaku media hiburan kelarga dunia pertelevisian kini tengah mengalami disorientasi dalam ikut mendidik para penontonnya. Ditengah fungsi televise sebagai media komunikasi, informasi dan pendidikan, muncul persoalan karena persepsi, perspektif dan kepentingan yang berbeda. </p>
<p>Dalam bisnis ada prinsip untuk memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya dengan mengeluarkan biaya yang serendah-rendahnya. Atau lebih kongkritnya berkaitan dengan anggaran untuk iklan, bagaimana menekan biaya produksi serendah-rendahnya dengan iklan yang secara ofensif. Sesungguhnya prinsip tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Namun ketika demo bisnis telah berkembang menjadi ekploitasi berlebihan, asas keadilan menjadi terusik. Sisi kepentingan lain publik terabaikan, dan itu yang kemudian menjadi persoalan, mengingat tingkat penetrasi media televisi yang tinggi. </p>
<p>Media televisi sebagai milik publik sudah sewajarnya jika dituntut harus menghormati hak pihak atau individu lain yang juga berada di wilayah itu. Remaja dan kaum ibu merupakan kelompok yang sangat rentan dan sensitif terhadap pengaruh televisi. Sementara upaya ketahanan dari  kelompok itu relatif rendah. Ini bukan berarti bahwa kelompok di luar itu tidak berpengaruh. Dalam konteks struktur dan budaya masyarakat mayoritas Indonesia, penetrasi media televisi pada kelompok usia yang kedua ini tidak sekeras untuk kelompok terdahulu.</p>
<p>Anak-anak adalah korban pertama, tidak pandang apakah kelompok masyarakat kaya ataupun miskin. Banyak keluarga yang telah mempercayai televisi sebagai baby-sitter. Dan anak-anakpun cenderung diam asyik menyimak acara televisi meski ditinggal sendirian. Berbagai penelitian menyebutkan, menyerahkan anak-anak pada televisi dalam usia dini sangat berbahaya baik secara fisik maupun psikis.<br />
Sebuah  catatan akademi dokter di AS menyatakan anak usia 2 tahun yang dibiarkan orangtuanya menonton televisi akan menyerap pengaruh merugikan. Terutama pada perkembangan otak, emosi, social dan kemampuan kognitif anak. Selanjutnya  menyebabkan proses wiring yaitu proses aktif penyambungan sel-sel syaraf dalam otak menjadi tidak sempurna.</p>
<p>Konon ketika terlahir seorang bayi manusia mempunyai  + 10 milyar sel dalam otaknya, dimana sel-sel itu belum terasosiasi. Proses terasosiasinya sel-sel tersebut (wiring) dipengaruhi oleh pengalaman simulasi seperti gerakan, nyanyian, obrolan, serta gizi yang baik. Sementara itu anak yang berada didepan televisi diindikasikan tidak akan memiliki pengalaman-pengalaman empirik yang benar-benar dibutuhkan untuk membantu terjadinya proses wiring. Oleh karena televisi ternyata hanya memberi pengalamaan virtual. Pengalaman virtual dimana dimunculkan dengan cara yang tidak wajar dan ditambah pergerakan yang kadang-kadang cepat sekali, sehingga sebenarnya tidak relevan dengan kemampuan serta proses belajar anak.</p>
<p>Gambar-gambar dalam media televisi terdiri atas potongan-potongan gambar yang bergerak dan berubah cepat, zoom-out dan zoom-in yang intensif dengan kilas lampu ( flash ) yang sangat cepat, sistim pemunculannya yang sebenarnyalah merupakan ”kenyataan ” yang tidak rasional, kontinyu dan linier”. Pada tahapan ini dapat membuat pola kerja otak anak dipaksa dan tereksploitasi. Dunia  virtual televisi melalui loncatan waktunya juga akan mengganggu kemampuan konsentrasi anak.<br />
Dengan tayangan virtual seprti itu, pada kelompok anak yang lebih besar akan berakibat kelambanan berbicara reaktif-kreatif-kritis, karena aktivitas menonton televisi tidak menggugah anak untuk berpikir. Hal ini disebabkan oleh karena apa yang ditayangkan televisi ”sudah lengkap” dengan gambar dan suaranya. Berbeda dengan radio, seorang anak yang mendengarkan suara kambing di radio misalnya akan berpikir, berfantasi bentuk, ragam dan bahkan tipe kambingnya. Sedangkan di televisi hal itu tidak terjadi karena sudah disodori sosok kambingnya sekaligus.</p>
<p>Menonton televisi bagi anak-anak juga merupakan aktivitas pasif yang dapat merugikan proses assosiasif sel-sel. Apalagi jika yang ditontonnya bukan acara yang diperuntukan penonton kelompok seusianya. Semakin banyak tayangan yang bersifat kekerasan, bias gender dapat mendorong anak untuk memiliki persepsi yang sama dengan yang dipresentasikan. Jangan lupa pula, bahwa beberapa tayangan kartun yang mestinya disajikan khusus untuk anak-anak, ternyata tidak sedikit yang kental dengan adegan kekerasan dan seksisme. Lihat saja serial Tom dan Jerry sebagai misal. Belum lagi tayangan empat matanya tukul, wira-wiri dan tawa sutra, untuk hiburan memang menyegarkan, tetapi untuk pendidikan tidak otomatis seperti itu.</p>
<p>Oleh karena itu sebenarnya tidak perlu kaget jika ternyata beberapa penelitian juga menyimpulkan bahwa semakin banyak anak mengkonsumsi televisi, semakin sama nilai-nilai yang dianutnya dengan tayangan-tayangan yang dinikmatinya. Anak yang sering menonton tayangan keras cenderung akan mempunyai perilaku agresif. Bahkan anak yang sering nonton tayangan seksisme akan menjadi sangat membedakan peran dan perilaku antara perempuan dan laki-laki.</p>
<p>Televisi memang menawarkan serangkaian informasi dan hiburan yang segar, namun kita perlu hati-hati oleh karena tidak semuanya bermanfaat. Karena itu perlu ada batasan anak-anak dalam menonton televisi. Bagi anak remaja semestinya ada pendampingan saat menonton televisi dan jangan sekali-kali mengfungsikan televisi sebagai baby-sitter.<br />
Pada kelompok usia remaja, meski proses penangkapan abstraksi terhadap tayangan televisi lebih baik, namun harus diingat bahwa situasi remaja  secara psikologis masih dalam tahap perkembangan yang terkadang memasuki tahapan kritis. Ingat situasi pubertas menurut psikolog William Stern adalah masa strum und drunk (= masa badai dan dorongan ). Demi berbagai perhitungan bisnis media televisi justru memanfaatkan situasi ini tanpa memperhatikan sisi paedagogisnya. </p>
<p>Pengaruh pada kaum ibu<br />
Kelompok perempuan dewasa ini menjadi sasaran paling strategis bagi media televisi. Dalam konsep keluarga di Indonesia kaum ibu adalah kalangan yang paling memiliki ketergantungan pada media televisi. Lihat saja acara-acara pada jam ibu rumahtangga ada di rumah. Dari ragam dan jenis iklan-iklan yang ditayangkan saja sudah bisa diketahui siapa yang menjadi sasarannya. Padahal sering ibu adalah pemgenag kunci ekonomi keluarga atau manajer keungan.jika ia terbujuk, selebihnya tinggal menunggu efek domino yang ditimbulkannya.<br />
Pengaruh di kalangan ibu adalah menjadukannya konsumen, pelanggan yang ditawarkan. Kaum ibu bisa menjadi orang yang kehilangan jatidirinya dan rela diombang-ambingkan oleh situasi disekitarnya.</p>
<p>Pengaruh secara umum<br />
Ada 2 tren yang tercepat dari kelompok masyarakat. Masing-masing masyarakat yang mampu memenuhi keterbujukannya dan yang tidak memiliki kemampuan memenuhi keterbujukannya. Yang pertama asyik masuk menjadi masyarakat konsumtif dan bagi kelompok lainnya mencari padanan dalam dunia illusi dan mimpi untuk memenuhi pemuasan psikologis menjadi eskapistik, tidak rasional dan tidak realistis. Semakin tumpul daya juangnya dan semakin majal kemandiriannya. Selebihnya kehilangaan daya kritis dan karakter pribadinya.<br />
Terror media televisi ini pada gilirannya akan membuat masyarakat kita menglami penumpulan, pendangkalan dan penyederhanaan. Artinya pemahaman perkara kejahatan, kriminlitas, kekerasan dan seksualitas juga makin dangkal dan makin sederhana. Tidak ada tabiat argumentaitf karena memang tidak dibangun. Diskusi-diskusi tentang hantu gentayangan, penampakan, anak memperkosa ibu kandung, mutilasi atau penolakan  hasil pilkada berangkat dari apa yang disaksikan melalui media televisi.</p>
<p>Masyarakat konsumtif<br />
Masyarakat konsumtif adalah jenis masyarakat yang hanya berposisi sebagai pembeli bukan pembuat, konsumen bukan produsen. Jikapun ada kreativitas adalah memilih dan menawar. Dengan kata lain hanya menjadi obyek dan target sasaran. Dia ditentukan bukan menentukan.. kaum ibu, anak dan remaja adalah tiga sasarna prioritas bagi masya untuk menjadi konsumtif. Bahaya terbesar adalah munculnya masyarakat yang tidak memiliki karakter kemandirian. Masyarakat akan terseret dalam hukum pergantian produk, gaya, tanda dan prestise.<br />
Dengan buruknya sistim pendidikan, tidak berkembangnya iklim demokrasi, masyarakat konsumtif menjadi bulan-bulanan kehidupan. Ia hanya sibuk dalam urusan memenuhi hasrat kebutuhan konsumsi tidak peduli dengan aktualisasi dirinya. Masyarakat seperti ini adalah masyarakat yang tidak memiliki ketahanan budaya, maaasyarakat tanpa identitas, masyarakat komunal dan seragam. Ia tidak mengenali lingkungannya karena hidupnya berpusat pada dirinya, memburu kesenangan pribadi. Terjadi pergeseran nilai, norma dan ukuran karena berbagai kenyataan sosial masyarakat tersebut telah direduksi.</p>
<p>Kesimpulan.<br />
Berdasar uraian diatas berikut beberapa hal yang perlu mendapat pertimbangan bagi pendidikan anak dan kelompok yang rentan terhadap pengaruh buruk televisi :<br />
Pertama, proses identifikasi yang memenuhi seluruh gerak dan impulsi remaja justru dijinakan dengan menciptakan kondisi ketergantungan, sehingga remaja dipaksa bukan menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi tergiring menurut kepentingan pihak tertentu.<br />
Kedua, menjadikan remaja berpribadi kerdil, oleh karena pengalaman virtualnya tidak dilengkapidengan  pengalaman riil-empirik untuk melakukan empati sosial<br />
Ketiga, yang merupakan pengaruh terbesar yaitu menjadikan remaja menjadi pribadi-pribadi yang pasif, tidak memiliki keberanian berekspresi, karena media televisi telah memenuhi semua kebutuhan impulsifnya secara virtual. Bandingkan saja remaja yang berjam-jam bisa menjadi ekspresif dan jagoan, baik dalam lomba formula-1 atau kopetisi Liga Italia, tetapi sama sekali menjadi remaja yang jinak bahkan mungkin sekali gagal di arena yang riil.<br />
Keempat, akibat kenyataan sosial yang dikompres dan direduksi itu media televisi telah kehilangan nilai-nilai yang esensial. Menjadikan remaja sangat tergantung dan kehilangan daya imajinasinya. Apa yang diangankan bukanlah imajinasi dan fantasi dalam pengertian yang sebenarnya, namun lebih cenderung pada memperolehnya secara mudah, sebagaimana disaksikan secara visual. Akibatnya mereka tidak berkesempatan mempelajari kehidupan yang sebenarnya, selain melihat yang artifisial saja. Ketika didapati kenyataan hidup lebih keras dari itu, remaja kita akan lebih mudah menjadi patah semangat, putus asa dan kecewa.<br />
Kelima, acara-acara kuis, ketik reg spasi &#8230;. maupun games dan tayangan semacam itu telah menempatkan remaja sebagai obyek dari permainan-permainan itu. Televisi tidak lagi secara utuh memberikan ruang pilihan dirinya sebagai subyek. Remaja tak lebih hanya tertarik pada persoalan-persoalan dirinya dan masukan dalam perilaku-perilaku sosialnya.<br />
Keenam, dalam pola pembentukan tipe idealis, media televisi telah menjadi pelaku atau sekedar agen perantara bagi munculnya konsep-konsep bias tertentu. Antara lain perempuan yang cantik adalah perempuan yang berkulit putih, berambut lurus dan panjang dan sejenisnya. Jika tidak dikritisi dalam memaknainya remaja juga akan cenderung mengalami eating-disorder (kelainan pola makan) misalnya mengkonsumsi suplemen makanan yang sebenarnya tidak perlu namun karena diiklankan di media televisi.<br />
Ironis memang ditengah-tengah peran vitalnya selaku media hiburan kelarga dunia pertelevisian kini tengah mengalami disorientasi dalam ikut mendidik para penontonnya. Dunia pertelevisian kini mengancam melalui unsur-unsur vulgarisme, kekerasan, pornografi yang hampir-hampir menjadi sajian rutin.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber : Wirodono Sunardian, Matikan TV-Mu !, Teror Media Televisi di Indonesia<br />
Baca tulisan lainnya  <a href="http://www.mediabelajarkita.blogspot.com">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=426&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/27/pengaruh-buruk-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELEMAHAN KTI GURU/PENGAWAS</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/16/kelemahan-kti-gurupengawas/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/16/kelemahan-kti-gurupengawas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/2009/02/16/kelemahan-kti-gurupengawas/</guid>
		<description><![CDATA[Di samping kriteria umum, menurut Suhardjono ada kriteria khusus untuk menilai KTI pada kegiatan pengembangan profesi guru/pengawas sekolah yaitu kriteria APIK. Apa saja yang dimaksud dengan APIK. Berikut uraiannya : &#8230;. Asli KTI harus merupakan karya asli penyusunnya, bukan merupakan plagiat, jiplakan, atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. Tujuan utama kegiatan pengembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=424&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di samping kriteria umum, menurut Suhardjono ada kriteria khusus untuk menilai KTI pada kegiatan  pengembangan profesi  guru/pengawas sekolah  yaitu kriteria APIK. Apa saja yang dimaksud dengan APIK. Berikut uraiannya : &#8230;.<span id="more-424"></span><br />
Asli<br />
KTI harus merupakan karya asli penyusunnya, bukan merupakan plagiat, jiplakan, atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. Tujuan utama kegiatan pengembangan profesi guru/pengawas sekolah, dengan demikian tentu TIDAK untuk  meningkatkan ketidakjujuran. Karena itu syarat utama KTI yang memenuhi syarat untuk mendapat angka kredit adalah kejujuran.<br />
KTI yang tidak “asli “ dapat terlihat antara lain  melalui,<br />
	terdapat  bagian-bagian tulisan, atau petunjuk lain  yang  menunjukkan bahwa  KTI itu dirubah di sana-sini dan digunakan sebagai KTI nya (seperti misalnya:  bentuk ketikan yang tidak sama, tempelan nama, terdapat petunjuk  adanya lokasi dan subyek yang tidak konsisten, terdapat tanggal  pembuatan yang tidak sesuai, terdapat berbagai data yang tidak  konsisten, tidak akurat<br />
	waktu pelaksanaan pembuatan KTI yang kurang masuk akal (misalnya pembuatan KTI yang terlalu banyak dalam kurun waktu tertentu)<br />
	adanya  kesamaan yang sangat mencolok pada isi, format, gaya penulisan dengan KTI yang lain, baik yang dibuat oleh yang bersangkutan atau dengan KTI lain dari daerah tertentu (umumnya dengan sampul yang sama, kata pengantar yang sama, teori yang sama, daftar pustaka yang sama, yang berbeda hanya pada subyek mata pelajaran, dan data yang tampak sekedarnya)<br />
	adanya  keTIDAKsamaan yang sangat mencolok pada isi, format, gaya penulisan di antara KTI  yang dibuat oleh penulis yang sama<br />
	KTI yang berisi uraian hal-hal yang terlalu umum,  yang tidak berkaitan dengan kegiatan nyata yangdilakukan oleh ybs dalam  kegiatan pengembangan profesinya.  Karena KTI semacam itulah yang paling mudah ditiru, dipakai kembali oleh orang lain dengan cara mengganti nama penulisnya.<br />
Pada KTI terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa KTI tersebut tidak asli, seperti data yang tidak konsisten, lokasi, data yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain. Juga terdapat indikasi yang menunjukkan KTI ini diragukan keasliannya, yaitu adanya berbagai data yang tidak konsisten<br />
Bila KTI tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat : (Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah melalui rencana tindakan yang akan dilakukan, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian; (Bab IV)  Hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.<br />
Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/ pengerjaan instrumen, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.</p>
<p>Perlu<br />
Permasalahan yang dikaji harus diperlukan dan mempunyai manfaat. Sehingga apa yang ditulis bukan permasalahan yang mengada-ada, atau dengan kata lain memasalahkan sesuatu yang tidak perlu untuk dipermasalahkan.<br />
Contoh dari KTI yang tidak perlu<br />
	masalah yang dikaji terlalu luas, (misalnya KTI berjudul (a) Kemampuan profesional guru/pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran, (b) Peranan guru/pengawas sekolah dalam melestarikan Pancasila,  (c) Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan, dan lain-lain).<br />
	tidak   menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan / pengembangan  profesinya,  permasalahan yang ditulis, sangat  mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya, telah jelas jawabannya, kurang jelas manfaatnya dan merupakan hal mengulang-ulang (misalnya KTI yang berjudul: (a) Hubungan status orangtua siswa dengan prestasi belajar, (b) Korelasi nilai IPA dengan nilai Pendidikan Pancasila, dan (c) Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan nilai Bahasa Indonesia, dan lain-lain.)<br />
	berisi  hal-hal di luar tupoksi pengawas misalnya (a) rela berkorban untuk tanah air, (b) sejarah kerajaan Sunda Melinda, (c) Agar PEMILU berjalan Jurdil, (d) Teknik memimpin rapat, dan lain-lain</p>
<p>Banyak KTI  dinyatakan sebagai tinjauan / gagasan ilmiah, namun :<br />
	 hanya berupa diskripsi atau paparan  tentang hal yang terlalu luas/ terlalu umum<br />
	tidak terkait  dengan permasalahan yang ada di sekolah-sekolah bianaanya<br />
	tidak ada hal yang berkaitan dengan kegiatan ybs sebagai pengawas sekolah </p>
<p>KTI belum memenuhi persyaratan, hal yang dipermasalahkan  hanya berupa diskripsi atau paparan  tentang hal yang terlalu luas/ terlalu umum, tidak terkait  dengan permasalahan yang ada di sekolah-sekolah binaannya, serta tidak ada hal yang berkaitan dengan kegiatan ybs.<br />
Bila KTI dimaksudkan sebagai tinjauan ilmiah tetap harus memasalahkan  hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugasnya sebagai pengawas dengan menyertakan  fakta-fakta masalah yang terjadi. </p>
<p>Contoh judul  KTI yang tidak perlu:<br />
(a)	Dalam rangka HUT PGRI pengawas sekolah  bertanggungjawab untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia<br />
(b)	Peranan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa<br />
(c)	Hubungan antara kondisi sosial ekonomi orangtua siswa dengan prestasi belajarnya.<br />
Sistematika karya tulis ilmiah yang berupa tinjauan ilmiah paling tidak memuat :<br />
1.	Pendahuluan yang terdiri dari (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan dan manfaat penulisan<br />
2.	Kajian teori yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji dan sajian fakta-fakta yang terkait dengan pelaksanaan tugas yang bersangkutan di sekolah-sekolah binaannya<br />
3.	Tinjauan atau ulasan tentang bagaimana memecahkan masalah atau mengurangi masalah yang berupa gagasan yang bersangkutan berdasar teori dan fakta yang ada.</p>
<p>Ilmiah<br />
KTI yang tidak ilmiah antara lain ditandai dengan<br />
	masalah yang dituliskan bukan masalah keilmuan dan tidak berkait dengan permasalahan tentang pengembangan profesi (tugas dan tanggung jawab) guru/pengawas sekolah yang spesifik dilakukannya pada lingkup dan daerah kerjanya.<br />
	latar belakang masalah  tidak jelas  sehingga tidak dapat menunjukkan pentingnya hal yang dibahas dan  hubungan masalah tersebut dengan upayanya untuk mengembangkan profesinya sebagai guru/pengawas sekolah (misalnya tidak ada fakta spesifik yang berkaitan dengan masalah kepengawas di sekolah atau di wilayah bidang tugasnya)<br />
	rumusan masalah tidak jelas sehingga kurang dapat diketahui apa sebenarnya yang akan diungkapkan<br />
	kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori, kebenaran fakta  dan kebenaran analisisnya<br />
	kesimpulan tidak/belum  menjawab  permasalahan  yang diajukan<br />
Berikut disajikan satu contoh KTI tidak ILMIAH</p>
<p>KTI berupa laporan penelitian, namun<br />
	kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori, kebenaran fakta  dan kebenaran analisisnya<br />
	metode penelitian,  sampling,  data, analisis hasil yang tidak / kurang  benar.</p>
<p>KTI dinyatakan sebagai laporan hasil penelitian,  namun<br />
(a) kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori, kebenaran fakta  dan kebenaran analisisnya, dan<br />
(b) metode penelitian,  sampling,  data, analisis hasil yang tidak / kurang  benar.</p>
<p>KTI seyogyanya berfokus pada “laporan” kegiatan nyata  yang bersangkutan.  Misalnya  berupa laporan penelitian tindakan kelas, atau buku, tinjauan ilmiah atau jenis KTI yang lain.</p>
<p>Konsisten<br />
KTI harus disusun sesuai dengan kemampuan penyusunnya. Bila penulisnya seorang guru/pengawas sekolah, maka KTInya harus berada pada bidang tugas dan fungsi guru/pengawas sekolah. KTI yang tidak konsisten antara lain ditandai dengan<br />
	tidak sesuai dengan tugas si penulis sebagai guru/pengawas sekolah<br />
	tidak sesuai latar belakang  keahlian  atau tugas pokok  penulisnya<br />
KTI yang tidak KONSISTEN menunjuk masalah yang dikaji tidak sesuai dengan tugas  penulis untuk mengembangkan profesinya sebagai  guru/pengawas, masalah yang dikaji   tidak sesuai latar belakang  keahlian  atau tugas pokok  penulisnya</p>
<p>Semoga bermanfaat !<br />
Baca tulisan lainnya <a href="http://www.mediabelajarkita.blogspot.com"><strong>disini</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=424&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/02/16/kelemahan-kti-gurupengawas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA, MENGAPA PROGRAM BERMUTU</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2009/01/16/mengenali-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2009/01/16/mengenali-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 06:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/2009/01/16/mengenali-kecerdasan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[APA MENGAPA PROGRAM PENDIDIKAN “BERMUTU” A. Pendahuluan UU Sisdiknas menunjuk Tujuan Pendidikan Nasional pertama mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua &#8230;&#8230; mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=411&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA MENGAPA PROGRAM PENDIDIKAN “BERMUTU”<br />
A.	Pendahuluan<br />
UU Sisdiknas menunjuk Tujuan Pendidikan Nasional pertama mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua &#8230;&#8230; <span id="more-411"></span>mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.<br />
Wadah-wadah kegiatan guru pada dasarnya bertujuan menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang senantiasa menuntut penyesuaian dan pengembangan profesional guru.  Melalui wadah ini para guru berkomunikasi, berkonsultasi, dan saling berbagi informasi serta pengalaman.<br />
Sementara itu dalam pelaksanaannya KKG/MGMP, masih banyak menghadapi permasalahan. Permasalahan tersebut bisa berasal dari interen guru sendiri dan juga berasal dari luar.<br />
Harapan besar akan peran dari KKG/MGMP di dalam mengembangkan prifesionalitas guru menjadi lebih penting setelah pemerintah memberlakukan kurikulum baru. Oleh karena itu dipandang perlu KKG/MGMP digalakkan kembali, dengan maksud agar KKG/MGMP sebagai wadah guru dapat menjadi wadah vital bagi guru untuk mereform dirinya agar mampu menyiapkan anak didik yang tangguh, kreatif, kritis, dan terampil, dengan pendekatan proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa. Berbagai inovasi pembelajaran seperti pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), CBSA (Student Active Learning), Problem Solving (Problem-Based Learning), dan lain sebagainya diharapkan dikuasai guru dengan baik.<br />
B.	Tujuan Program<br />
Program bertujuan adanya hasil kerja KKG dan MGMP yang bermutu, kreatif, dan  inovatif untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.<br />
Melalui kegiatan KKG/MGMP diharapkan guru :<br />
	Memperluas wawasan dan pengetahuan dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.<br />
	Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.<br />
	Meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.<br />
	Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.<br />
	Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan  mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG/MGMP.<br />
	Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.<br />
	Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG/MGMP.<br />
Bermutu merupakan akronim dari Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading, yang diartikan Peningkatan mutu pendidikan melalui  peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Tujuan peningkatkan mutu pendidikan dengan reformasi manajemen dan peningkatan kualifikasi guru<br />
C.	Pihak yang terlibat :<br />
	PMPTK (Bindiklat, Profesi)<br />
	DIKTI (Ketenagaan)<br />
	Dinas Pendidikan<br />
	P4TK<br />
	LPMP<br />
	LPTK<br />
	Kelompok Guru, Kepala Sekolah, Pengawas,<br />
	Jardiknas (Pustekkom), Balitbang (Puslitjaknov, Puspendik)</p>
<p>Program bermutu akan dilaksanakan secara terpadu melalui komponen bermutu :<br />
1.	Komponen reformasi Pendidikan Calon Guru di  PT,<br />
2.	Komponen Continous  Profesional Development di tingkat Sekolah,<br />
3.	Komponen Sistem akuntabilitas dan insentif peningkatan kinerja &amp; karir guru,<br />
4.	Komponen Monitoring &amp; Evaluasi Kinerja Guru<br />
D.	Bentuk  Program<br />
Isi Program KKG dan MGMP dalam kegiatan secara idealnya adalah :<br />
1.	Problem solving masalah PBM,<br />
2.	Penjabaran kurikulum (KTSP, silabus, RP, dsb),<br />
3.	Desain instruksional,<br />
4.	Teknologi pembelajaran : berbagai pendekatan, termasuk pembelajaran dan penilaian berbasis ICT,<br />
5.	Inovasi pembelajaran: berbagai upaya inovasi,<br />
6.	Kajian pelaksanan PBM,<br />
7.	Evaluasi PBM: Penulisan Butir soal, penskoran, analisis, pelaporan hasil belajar,<br />
8.	Remedial Teaching,<br />
9.	Program Pengayaan pembelajaran,<br />
10.	Pengembangan profesi PTK.<br />
E.	Pendekatan dalam Model Belajar BERMUTU<br />
	Proses belajar terstruktur dan mandiri di KKG/MGMP selama 16 pertemuan, dengan bimbingan guru pemandu dan dosen LPTK (2x)<br />
	Dirancang untuk menggunakan semua paket pembelajaran yang ada dan dikembangkan Pemerintah bersama Lembaga Donor (Lesson Study, CLCC, DBE2, NTTPEP, MBE, UT, HYLITE, dll.) secara terintegrasi.<br />
	Dirancang menggunakan tiga pendekatan secara terkombinasi : lesson study, penelitian tindakan kelas, dan case study<br />
	Dikemas dengan pemanfaatan ICT dan diskusi virtual antar guru, dan dengan tutor/guru pamong.<br />
F.	Manfaat  Program<br />
	Bagi Siswa : Belajar yang menyenangkan, bermakna .<br />
	Bagi Guru : Meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya sesuai dengan standar nasional pendidikan melalui berbagai kegiatan forum MGMP.<br />
	Bagi Sekolah : Memiliki guru-guru yang kompeten, produktif, kreatif, inovatif dan profesional serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.<br />
	Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota : Memiliki guru-guru yang kompeten, produktif, kreatif, inovatif dan professional serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran.<br />
G.	Dampak yang diharapkan<br />
1.	Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa dalam<br />
2.	Termotivasinya sekolah untuk membangun komunitas profesional dan mengembangkan budaya belajar yang keberlanjutan dan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja sekolah.<br />
3.	Terwujudnya sekolah yang mampu membangun sistem jejaring dan belajar bagi warga sekolah untuk mengembangkan profesionalisme secara mandiri dalam bidang masing-masing.<br />
4.	Terwujudnya kerjasama antar sekolah dalam pengembangan kreatifitas dan inovasi layanan pendidikan serta meningkatnya kesadaran untuk saling bertukar informasi dalam pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang berkualitas dalam kerangka peningkatan kualitas pendidikan.</p>
<p>Pelaksanaan program juga merujuk kepada  2 program yang  bermanfaat, yaitu  :<br />
	memberikan credit tertentu (Recognition Prior Learning/RPL)  meningkatkan kualifikasi tanpa harus  meninggalkan  tugasnya<br />
	 memelihara kompetensi guru melalui program  Continous Profesional Development/CPD yang dikaitkan dengan jenjang jabatan fungsional bagi guru<br />
Untuk itu Program akan berbentuk paket pembelajaran dalam Program Belajar yang tediri dari  :<br />
	Untuk peningkatan kualifikasi guru/kepala sekolah/pengawas melalui Program Belajar BERMUTU<br />
	Untuk pengembangan profesional berkelanjutan guru/kepala sekolah/pengawas (CPD)</p>
<p>Sumber Belajar antara lain terdiri dari kumpulan bacaan-bacaan (modularized readings) untuk:<br />
-	How to conduct CAR<br />
-	Problems in Curriculum, Subject Pedagogy, TL<br />
-	Classroom observation<br />
-	Integrated thematic planning for SD-KR<br />
-	Core skills subject in SD-KR<br />
-	Conduct KTSP for SD-KR<br />
-	Planning TL in SD-KR (syllabus, unit, lesson, LKS, assessment)<br />
-	Use of ICT<br />
-	Layered Curriculum (Multigrade/inclusive teaching and learning)<br />
-	Issues in subject matters: math, language, integrated IPS, integrated IPA<br />
-	Issues in subject pedagogy: math, language, integrated IPS, integrated IPA<br />
-	Strategies of TL (including PAKEM)<br />
-	Media for TL (including ICT)<br />
-	Multiculture<br />
Setiap kali putaran program aka nada hasil akhir tugas guru ( minimal ) :<br />
1.	1 buah Rancangan PTK<br />
2.	1 buah Laporan PTK<br />
3.	Kajian kritis bidang ilmu 3 buah<br />
Masing-masing peserta diharapkan  :<br />
•	 Guru SD : 5 buah rancangan PTK, 5 buah laporan PTK, 3 buah kajian kritis<br />
•	 Guru SMP: 4 buah rancangan PTK, 4 buah laporan PTK, 3 buah kajian kritis<br />
Sejalan dengan itu ada 4 Topik Utama untuk manajemen pendidikan bagi Kelompok Kepala Sekolah, Pengawas, Guru:<br />
	Panduan Belajar untuk Penilaian Kebutuhan Guru dalam Gugus/Rayon KKG dan MGMP serta Peran Kepala Sekolah dan Pengawas sebagai Pembina<br />
	Panduan Belajar untuk Pengelolaan Kualitas Pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.<br />
	Panduan Belajar untuk Pengelolaan Keuangan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.<br />
	Panduan Belajar untuk Diseminasi ‘Best Practice” dalam Forum.<br />
Hasil akhir tugas Kepala Sekolah/Pengawas secara  individual selama 1 putaran :<br />
1.	Laporan penilaian dan analisis kinerja guru<br />
2.	Laporan reviu dan analisis kualitas KKG/MGMP<br />
3.	Laporan seminar best practice<br />
4.	Laporan PTS  best practice<br />
5.	Perencanaan Keuangan<br />
6.	Proposal Hibah<br />
H.	Outcomes yang diharapkan<br />
	Komponen  1 : Program Pendidikan Guru Yang Berkualitas, Peningkatan akses bagi guru-guru di pedesaan dan daerah terpencil untuk mengikuti kegiatan KKG/MGMP, Guru Pemula Berkualitas Tinggi<br />
	2 KKG-MGMP, KKKS-MKKS, KKPS-MKPS yang aktif , Peningkatan kualitas guru yang efektif, Penguatan kapasitas kabupaten/kota, Guru yang memiliki motivasi tinggi, kreatif dan didukung sarana yang memadai<br />
	3 Profesi Guru Yang Meningkat dan Menarik,  Alternatif Kesempatan Karir, Pengembangan Profesional Berkelanjutan dan Peningkatan Kualitas Guru<br />
	4 Database Guru Yang Komprehensif, Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Pengambil Kebijakan memiliki informasi yang valid<br />
I.	Pembiayaan<br />
	Kegiatan yang didanai grant<br />
Konsumsi dan bahan dan ATK (in-service), akomodasi, lumpsum, bahan dan ATK (pertemuan gugus dan KKG Sekolah), mengundang fasilitator, PTK, transport dan honor on-service, study visit, transport guru ke  Forum KKG<br />
	Kegiatan didanai sekolah<br />
Transport dan konsumsi guru (in-service, pertemuan)<br />
	Kegiatan didanai Grant KKPS<br />
Observasi KBM (Evaluasi Sumatif)<br />
	Kegiatan didanai Kabupaten/Kota<br />
Pengadaan alat perlengkapan sekolah dan akses internet<br />
Program akan muncul dalam bentuk keterpaduan penerapan:<br />
-	Penelitian Tindakan Kelas<br />
-	Lesson Study<br />
-	Case Study<br />
-	PAKEM<br />
-	KTSP<br />
-	Manajemen Berbasis Sekolah<br />
J.	Dengan melihat konsep program, dukungan dana serta keterlibatan berbagai pihak, apabila semua dapat dilaksanakan dengan konsisten, setidaknya akan memberikan pencerahan dalam upaya peningkatan sumber daya guru di SD dan SMP.  Demikian sekilas Program Bermutu, semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber :  Hasil Sosialisasi Program bermutu di Hotel Grand Setiakawan Solo tanggal 11 s.d 14 Januari 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=411&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2009/01/16/mengenali-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UASBN SD, UN SMP DAN SMA TAHUN 2009</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2008/12/24/uasbn-sd-un-smp-dan-sma-tahun-2009/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2008/12/24/uasbn-sd-un-smp-dan-sma-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 14:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 jenjang SMA/SMALB/SMK/ MA akan dilaksanakan pada April 2009. Pos UN dan SKL Tahun 2009 itu dapat didownload  melalui http://www.puspendik.com &#62;Bank Data dan Download, atau lewat http://www.pdkjateng.go.id  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=383&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="background:white;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;color:#293547;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 jenjang SMA/SMALB/SMK/ MA akan dilaksanakan pada April 2009. </span></span><span style="font-size:9pt;color:#293547;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span style="color:#000000;">Pos UN dan SKL Tahun 2009 itu dapat didownload <span> melalui <a href="http://www.puspendik.com">http://www.puspendik.com</a> &gt;Bank Data dan Download, atau lewat <a href="http://www.pdkjateng.go.id">http://www.pdkjateng.go.id</a></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=383&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2008/12/24/uasbn-sd-un-smp-dan-sma-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENALI KECERDASAN ANAK</title>
		<link>http://subagjo.wordpress.com/2008/11/24/357/</link>
		<comments>http://subagjo.wordpress.com/2008/11/24/357/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 03:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subagjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subagjo.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya anak cerdas tidak tumbuh dengan sendirinya. Guru maupun orang tua berperan besar menciptakan lingkungan yang kondusif untuk merangsang potensi anak, bahkan sejak dalam kandungan agar tumbuh optimal. &#8230;&#8230;. Dari sekian banyak pilihan untuk mencerdaskan anak, satu hal yang perlu diperhatikan adalah tetap memberikan kesempatan bagi anak untuk tetap menikmati dunianya betapapun cerdas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=357&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada dasarnya anak cerdas tidak tumbuh dengan sendirinya. Guru maupun orang tua berperan besar menciptakan lingkungan yang kondusif untuk merangsang potensi anak, bahkan sejak dalam kandungan agar tumbuh optimal. &#8230;&#8230;.<span id="more-357"></span>   Dari sekian banyak pilihan untuk mencerdaskan anak, satu hal yang perlu diperhatikan adalah tetap memberikan kesempatan bagi anak untuk tetap menikmati dunianya betapapun cerdas dan berbakatnya dia. Mereka juga perlu belajar hidup bersama teman-temannya sehingga dapat belajar menghargai orang lain dan tidak menganggap dirinya terlalu istimewa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tes Inteligensi yang banyak digunakan di Indonesia pada saat ini merupakan tes yang dikembangkan berdasarkan konsep Inteligensi tradisional. Menurut pendekatan ini, Inteligensi adalah suatu faktor tunggal yang dibawa sejak lahir dan tidak berubah. Tes yang digunakan sebenarnya lebih menekankan pengukuran kemampuan verbal, logika matematika dan spasial, sehingga akan menguntungkan anak yang memiliki kemampuan yang bagus di bidang tersebut. Pertanyaan yang muncul adalah apakah anak-anak yang memperoleh skor<span>  </span>rendah selalu gagal dalam kehidupannya ?.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ternyata kita tidak harus sepesimstis itu. <strong>Howard Gardner</strong> seorang psikolog dari Unversitas Harvard menemukan bahwa konsep Inteligensi tradisional perlu diubah. Menurut Howard Gardner dalam bukunya <em>Frames of Minds</em>, 1983, inteligensi adalah suatu kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai budaya. Berdasarkan konsepnya ini Gardner menemukan ada 7 dan kemudian berkembang menjadi 8 macam, yang disebutnya sebagai kecerdasan <span> </span>majemuk<span>  </span>( Multiple Intelligence). Ke8 kecerdasan tersebut ialah verbal linguistik, logika matematik, kinestetik jasmani, visual spasial, musik, antar pribadi, intrapribadi dan naturalis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menurut Gardner tiap individu memiliki kedelapan kecerdasan ini, dan setiap hari menggunakannya dengan komposisi yang berbeda-beda sesuai dengan jenis masalah yang dihadapi. Tetapi jika diteliti lebih jauh setiap individu memiliki keunggulan pada satu atau lebih bidang kecerdasan tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan verbal linguistik berkaitan dengan kemampuan menggunakan kata-kata dan memanfaatkan bahasa untuk mengekspresikan pengertian yang kompleks secara efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan mengeja, penguasaan kosakata, tatabahasa yang terekspresi lewat kemahiran mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan logika matematika merupakan ketrampilan menolah angka, berhitung, mengerjakan operasi matematik yang kompleks, logika, pemecahan masalah dan penalaran.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan visual spasial merupakan kemampuan memvisualisasikan pengalaman pengamatan, mencipta bentuk-bentuk dua atau tiga dimensi, membuat kode-kode informasi yang berkaitan dengan ruang.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan kinestetik jasmani adalah kemampuan mengkordinasikan tubuh dan pikiran sehingga menghasilkan gerak yang sempurna, meliputi kemampuan kordinasi motorik, kemampuan menggunakan ketrampilan fisik.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan musik adalah kecerdasan yang berhubungan dengan sensitivitas individu terhadap nada, melodi dan ritme.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain, kemampuan berempati dan memenej orang lain.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan interpribadi adalah<span>  </span>kemampuan individu untuk memahami dirinya sendiri, menggunakan pengetahuannya untuk mengembangkan diri.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengenal dan memahami alam sekitar.</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Diantara kedelapan kecerdasan itu, kecerdasan verbal linguistik, logika matematika dan visual spasial merupakan wilayah yang paling banyak diolah di sekolah-sekolah, sementara porsi untuk mengasah kecerdasan yang lain masih rendah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh karenanya apabila orang tua dan guru betul-betul mau meneliti wilayah kecerdasan<span>  </span>dan mau menstimulasi sejak dini, maka mereka tidak perlu risau sekalipun tes IQnya tidak seperti yang diharapkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Didalam memahami kecerdasan majemuk ini kita perlu juga tahu bahwa setiap kecerdasan memiliki banyak jenis, misalnya dalam kecerdasan musik, seseorang mungkin tidak bisa menyanyi dengan merdu, tetapi mampu menciptakan ritme yang indah. Dalam kecerdasan verbal, mungkin seseorang tidak pandai membaca tetapi sangat bagus dalam membuat cerita-cerita. Sehingga kalau kita ingin tahu perlu menanyakan kepada anak bukan pada bidang kecerdasan apa anak kita yang baik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pendekatan yang dilakukan Gardner ini memungkinkan setiap orangtua maaupun guru memahami anak yang cerdas. Yang perlu dilakukan adalah memahaami anak yang cerdas dengan menemukan bidang kemampuan anak yang benar dan memberi motivassi, stimulus serta kondisi dengan tepat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Orang tua ataupun guru yang kurang peka dan tidak memiliki kemampuan yang luas mengenali ciri-ciri dan kemampuan anak berbakat, pada umumnya tidak dapat mengenali <span> </span>seta mengoptimalkan potensi keunggulannya. Hal ini dapat menyebabkan mereka salah dalam mengartikan dan tidak memperhatikan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak. Kasus seperti itu sangat disesalkan, karena sesungguhnya anak memiliki bakat dan potensi yang lebih unggul. Bukan tidak mungkin justru pada saatnya anak akan menjadi terhambat perkembangannya, frustasi dan menunjukan kemampuan dibawah potensi sesungguhnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Semoga bermanfaat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">Sumber : Tim Pustaka Familia, 2006</span> </p>
<div><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></div>
<div><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></div>
<div><span style="font-size:8pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></div>
<p><span style="font-size:8pt;color:black;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subagjo.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subagjo.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subagjo.wordpress.com&amp;blog=3098689&amp;post=357&amp;subd=subagjo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subagjo.wordpress.com/2008/11/24/357/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dcffe1ee20fee5140d9ffc6525cefa6c?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">subagjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
